SEBUTAN ISTRI DALAM NARASI AL-QUR'AN: TELAAH KONSEPTUAL DAN KONTEKSTUAL KATA IMRA'AH, ZAUJ, DAN NISĀ’ PERSPEKTIF AL-FURŪQ AL-LUGHAWIYYAH

Authors

  • Muhammad Hasyim Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author
  • Nasrulloh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.62504/nexus1032

Keywords:

Al-Furūq al-Lughawiyyah, Makna Semantik, Sebutan Istri dalam al-Qur'an

Abstract

Penelitian ini membahas makna dan konteks penggunaan tiga istilah dalam Al-Qur'an yang merujuk pada perempuan, yaitu imra'ah, zauj, dan nisā', khususnya dalam peran sebagai istri. Dengan pendekatan al-furūq al-lughawiyyah, penelitian ini mengeksplorasi perbedaan semantik konseptual dan kontekstual dari istilah-istilah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan istilah ini tidak hanya berdasarkan makna literal, tetapi juga mencerminkan hubungan sosial, emosional, dan spiritual dalam konteks tertentu. Kata imra'ah sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang tidak harmonis, baik dalam aspek keimanan, pemikiran, atau peran, seperti pada istri Nabi Nuh dan Nabi Luth. Namun, istilah ini juga merujuk pada istri yang seiman tetapi menghadapi hambatan tertentu, seperti istri Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim. Sebaliknya, kata zauj digunakan untuk pasangan yang memiliki keserasian dan keselarasan, seperti pada Nabi Adam dan istrinya. Adapun nisā' digunakan dalam konteks kolektif atau hubungan yang menyiratkan keharmonisan, seperti dalam QS. Al-Baqarah 2:187, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar, seperti pada istri-istri Nabi (QS. Al-Ahzab 33:30). Penelitian ini menegaskan fleksibilitas dan kedalaman bahasa Al-Qur'an dalam menggambarkan peran perempuan, sekaligus memberikan kontribusi signifikan pada kajian linguistik dan gender dalam Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainin, Mohammad; Asrori, I. (2008). Semantik Bahasa Arab. Hilal Pustaka.

al-Ashfahani, ar-R. (n.d.). al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. Dar Ibnul Jauzi.

al-Askari, A. H. (n.d.). al-Furuq al-Lughawiyyah. Daar al-Ilm wa al-Tsaqafah.

Alfiyah, L. (2017). MAKNA ZAUJ DALAM TAFSIR KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA (ANALISIS STRUKTURALISME LINGUISTIK). Diya Al-Afkar: Jurnal Studi Al-Quran Dan Al-Hadis. https://doi.org/10.24235/sqh.v5i02.4343

as-Suyuthi, J. (n.d.). Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an. Daar al-Fikr.

Daud, M. M. (2008). Mu’jam al-Furuq al-Dalaliyyah fi al-Qur’an al-Karim. Daar Ghariib.

Djollong, A. F. (2018). Al Mar’Ah Dalam Al-Qur’an. Istiqra’, 6(1), 51–80. https://jurnal.umpar.ac.id/index.php/istiqra/article/view/473

Faddly, H. (2018). Panggilan “Istri” dalam Al-Qur’an. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemeterian Agama RI. https://lajnah.kemenag.go.id/artikel/panggilan-istri-dalam-al-qur-an.html

Hasyim, Muhammad, Darusti, Fahmi, Ngarifah, A. (2019). Bunga Rampai Semantik; Polisemi (pp. 141–147). UIN Maliki Press. http://repository.uin-malang.ac.id/7536/

Katsir, A. al-F. I. (n.d.). Tafsir al-Qur’an al-Azhim. Daar el-Fikr.

Kholison, M. (2016). Semantik Bahasa Arab. Lisan Arabi.

Lail, M. J. (2024). Imra’ah dan Shahibah: Pasangan ‘Tak Sepaham’ dalam Al-Qur’an. https://mubadalah.id/imraah-dan-shahibah-pasangan-tak-sepaham-dalam-al-quran/

Manzhur, I. (n.d.). Lisan al-Arab. Al-Maktabah Al-Syameela. https://shamela.ws/book/1687/156

Matsna, M. (2016). Kajian Semantik Arab Klasik dan Kontemporer (1st ed.). PRENADAMEDIA GROUP.

Muna, F. I. (2021). Makna Lafadz Imra’ah dan Zaujah dalam Al-Quran. https://tafsiralquran.id/makna-lafadz-imraah-dan-zaujah-dalam-al-quran/

Munawwir, A. W. (1997). Kamus al-Munawwir. Pustaka Progressif.

Nasrulloh, N., & Utami, K. (2022). Fenomena Perempuan sebagai Pemimpin di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Antara Patriarki dan Feminisme. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak. https://doi.org/10.24090/yinyang.v17i1.5196

Puspitasari, A. W., & Muh.Nashirudin. (2022). Term “Perempuan” dalam Al-Qur’an (Tinjauan Study Pustaka). Rayah Al-Islam. https://doi.org/10.37274/rais.v6i2.542

Shihab, M. Quraish, et. a. (2007). Ensiklopedia al-Qur’an: Kajian Kosa Kata. In al-Qur’an. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2004). Tafsir al-Mishbah. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2007). Pengantin al-Qur’an. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2013). Kaidah Tafsir (II). Penerbit Lentera Hati.

Siti, R. (2020). Mengenal Terma-Terma Perempuan dalam Al-Quran. https://tafsiralquran.id/mengenal-ragam-terma-perempuan-dalam-al-quran/

Umar, A. M. (1988). Ilmu al-Dalalah. ’Alamu al-Kutub.

Umar, N. (2010). Argumen Kesetaraan Jender Perspektif al-Qur’an. Paramadina.

Zubaidi, S., & Delahara, N. A. (2020). Al-Furuq al-Lughawiyyah Baina al-Alfādz al-Mutarādifah fī al-Qur’ān al-Karim (Lafdzotā al-‘Afwu wa ash-Shafhu Anmudzajan). LISANUDHAD. https://doi.org/10.21111/lisanudhad.v7i2.6743

Published

2024-12-09

How to Cite

SEBUTAN ISTRI DALAM NARASI AL-QUR’AN: TELAAH KONSEPTUAL DAN KONTEKSTUAL KATA IMRA’AH, ZAUJ, DAN NISĀ’ PERSPEKTIF AL-FURŪQ AL-LUGHAWIYYAH. (2024). Holistik Analisis Nexus, 1(12), 30-43. https://doi.org/10.62504/nexus1032