Analisis Praktik Pemberian Zakat Fitrah Kepada Kiai Di Desa Mlawang Kabupaten Lumajang: Tinjauan Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 60

Authors

  • Moch Rizki Fadlillah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author
  • Nasrulloh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.62504/nexus1042

Keywords:

Zakat Fitrah, Zakat Fitrah Kepada Kiai, At-Taubah ayat 60

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi masyarakat Desa Mlawang Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, terhadap tradisi pemberian zakat fitrah kepada kiai dan mengkajinya berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60. Dalam masyarakat Madura yang mayoritas menganut Islam, kiai dihormati sebagai tokoh agama, sehingga zakat fitrah sering diberikan kepada mereka meskipun dianggap cukup secara ekonomi, berbeda dari delapan golongan mustahiq yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode lapangan dengan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan untuk menggali data dan menganalisis praktik tersebut secara deskriptif-induktif dalam perspektif hukum Islam. Hasilnya diharapkan memberikan pandangan komprehensif terkait tradisi ini dan kesesuaiannya dengan syariat. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat Desa Mlawang, Lumajang, tentang tradisi pemberian zakat fitrah kepada kiai serta meninjau praktik tersebut berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60. Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun sebagai penghormatan kepada kiai yang dianggap bagian dari golongan sabilillah karena perannya dalam dakwah dan pembinaan spiritual. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa meskipun kiai tergolong "mampu," praktik tersebut sah menurut syariat Islam berdasarkan interpretasi luas terhadap fi sabilillah. Selain memenuhi aspek keagamaan, tradisi ini mencerminkan penghargaan masyarakat atas peran kiai dan harapan memperoleh keberkahan melalui pengabdian mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Halim Hasan. (2006). Tafsir al-Ahkam. Prenada Media Group.

Al-Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi. (2004). Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6. Pustaka Asy’syafi’i.

Andang Suharianto. (2004). Tantangan Industrialisasi Madura: Membentur Kultur, Menjunjung Leluhur. Bayumedia.

An-Nawawi. (1982). Sahih Muslim bi Syarhi An- Nawawi, Juz VII. Darul Fikr.

Departemen Agama RI. (t.t.). Al-Qur’an dan Terjemahan.

Didin Hafidhuddin. (2002). Zakat Dalam Perekonomian Modern. Gema Insani.

El-Madani. (2013). Fiqih Zakat Lengkap Segala Hal tentang Kewajiban Zakat dan Cara Membaginya. DIVA Press.

Hasbi Ash-Shiddieqy. (2009). Pedoman Zakat. Pustaka Rizki Putra.

Hikmat Kurnia & Ade Hidayat. (2008). Panduan Pintar Zakat. Qultum Media.

M. Ali Hasan. (2006). Zakat dan Infak. Prenada Media Group.

M. Quraish Shihab. (2002). Tafsir al-Misbah, Juz VI. Lentera Hati.

Mahmud Syaltut. (1990). Tafsir al-Qur‟anul Karim 4 (Pendekatan Syaltut dalam Menggali Esensi al-Qur‟an). Diponegoro.

Nasrulloh, N. (2015). Tajdid Fiqh dari Konservatif Tekstual Menuju Fiqh Progresif Kontekstual. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, 6(1). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v6i1.3189

Rasyid Ridha. (t.t.). Tafsir al-Manar, Juz 10. Darul Kutub Ilmiah.

Sofyan Hasan. (1995). Pengantar Hukum Zakat Dan Wakaf. Al-Ikhlas.

Zahrah Febianti, Mauliya Sri Sukmawati, & Wahyudi Cholis Abrori. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi: Studi Cross-sectional di Wilayah Pedesaan Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal, 1.

Published

2024-12-11

How to Cite

Analisis Praktik Pemberian Zakat Fitrah Kepada Kiai Di Desa Mlawang Kabupaten Lumajang: Tinjauan Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 60. (2024). Holistik Analisis Nexus, 1(12), 52-60. https://doi.org/10.62504/nexus1042