Analisis Fikih Hadis Shahih (Sunan Abu Daud No 3571) Tentang Batasan Isbal Dan Larangan Memanjangkan Pakaian Dalam Berbusana Dengan Unsur Kesombongan Khuyala
DOI:
https://doi.org/10.62504/jimr1544Keywords:
Isbal, hadis, Shahih Sunan Abu Daud 3571Abstract
Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, isbal diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun, bagi laki-laki masih menjadi perbincangan di kalangan ulama karena praktik tersebut dapat berkaitan dengan sikap kesombongan. Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara isbal dengan berbagai bentuk redaksi dan penjelasan.Sementara itu, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa inti larangan tersebut bukan terletak pada panjang pakaian semata, melainkan pada unsur kesombongan yang melatarbelakanginya. Larangan memanjangkan pakaian melebihi batas isbal bagi laki-laki kerap menimbulkan perdebatan yang reduksionis karena hanya berfokus pada media celana atau sarung. pembahasan isbal dalam Hadis Sunan Abu Dawud nomor 3571 memberikan redaksi yang lebih komprehensif dengan memperluas cakupan isbal pada jenis pakaian lain serta mengaitkannya dengan aspek teologis berupa kesombongan (khuyala).Hadis tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam adalah sikap batin seseorang ketika berpakaian, bukan sekedar bentuk lahiriahnya.Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk memahami hubungan antara etika berpakaian, nilai moral, dan tujuan syariat Islam.Dengan demikian, kajian hadis tentang isbal tidak hanya relevan dalam fikih, tetapi juga dalam pembentukan karakter Muslim yang menjunjung nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
Downloads
References
Akbar Zulfikar Bobby. (2023). Kontekstualisasi Hadits Tentang Anjuran Memelihara Jenggot Dan Larangan Isbal Pada Zaman Kekinian. Al Dzikra, 12(2), 137–163.
Albani, M. N. Al. (2022). Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah. Riyadh.
Iqbal, M. M. (2021). Konstruksi Radikalisme bagi Mahasiswa Celana Cingkrang dan Cadar. Paradigma.
Karnedi, R. (2021). Pemahaman Hadis Isbāl Dalam Perspektif Sosiologis. Al Quds, 5(1), 292–293.
Miski, M. (2021). Fenomena Meme Hadis Celana Cingkrang dalam Media Sosial. Harmoni. Harmoni, 291–306.
Muhammad, & Nasir. (2021). Kontroversi Hadits-hadits Tentang Isbal (Telaah Kritis Sanad dan Matan Hadits Serta metode Penyelesaiannya). Farabi, 10.
Muhammad Rezi. (2023). Isbâl dalam Prespektif Variasi Hadis. Ulunnuba, 6(1), 81–91.
Muhammad Yusron, Muhammad Alfatih Suryadilaga. (2021). FENOMENA ISBAL DAN MEMANJANGKAN JENGGOT: ANALISA SOSIAL HISTORIS HADIS NABI MUHAMMAD. Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society 3, 137–156.
Mujtabah, Ahmad. (2022). isbal Dalam Perspektif Gerakan Jamaah Tabligh. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadits, 10, 2.
Munadi, A. (2022). Pemahaman dan Praktik Mahasiswa Terhadap Hadis Isbal Studi Living Hadis. El-SunnahStudi Living Hadis. Jurnal Kajian Hadis Dan Integrasi Ilmu.
Shalih. (2022). Membahas Ilmu-ilmu Hadis. pustaka firdaus.
Suryadilaga, & Alfatih, M. (2023). Kajian Hadits di Era Global. Esensia, 15.
yahya, A. nawawi. (2023). Syarah Shahih muslim. Dar al- hadith.
Yuhadi, I., & murtini, nurul budi. (2021). Fenomena Praktik Cingkrang Implementasi Larangan Isbal. Al Majaalis, 163–206.
Za’im Kholilatul Ummi. (2021). MEMAHAMI HADIS TENTANG ISBAL (Hermeneutika Hadis Imam al-Nawawi dalam Kitab Sahih Muslim bi Sharh al-Nawawi). Kaca, 10(2), 134.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nanda Aidil Fitrah, Nasrullah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










