Analsis Fiqh Al-Hadist Terhadap Larangan Bernafas Dan Meniup Dalam Bejana: Studi Hadist Riwayat Ibnu Abbas

Authors

  • Kris Suhartini Dwi Putri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author
  • Nasrullah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.62504/jimr1539

Keywords:

Fiqh Al-Hadist, Meniup, Ibnu Abbas

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadist yang membahas terkait larangan meniup dan bernafas dalam bejana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas serta relevansinya dengan praktik meniup makanan atau minuman panas di Masyarakat melalui pendekatan fiqh al-hadist. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research) yang di dukung oleh data lapangan (field research) dengan cara melalakukan penyebaran kuesioner melalui google form. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam kajian ini bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad. Adapun data sekunder bersumber dari kitab syarah hadist, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan tahkrij hadist, kajian sanad, perbandingan matan, dan analisis fiqh al-hadist yang bertujuan untuk mengetahui kandungan hukum dan hikmah yang terkandung dalam hadist tersebut. Setelah dilakukan analisis data, kemudian diperoleh hasil bahwa hadist mengenai larangan meniup dan bernafas dalam bejana berstatus shahih dengan sanad yang bersambung dan seluruh perawinya dinilai tsiqah. Hadist tersebut mengandung nilai kebersihan, Kesehatan, kepedulian terhadap orang sekitar, serta kesabaran. Kemudian, hasil survei menunjukkan bahwa kebanyakan dari responden masih melakukan praktik meniup makanan atau minuman panas meskipun telah mengetahui adanya hadist larangan tersebut. Kebaruan yang di hasilkan dari kajian ini terletak pada penggabungan analisis fiqh al-hadist dengan data lapangan mengenai pemahaman Masyarakat sehingga dapat memberikan gamabaran secara jelas mengenai relevansi hadist dalam praktik kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya.  

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Nasrullah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

    Lecturer at the Faculty of Sharia, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang, Indonesia

References

Agama, S. J., Budaya, S. D. A. N., Nya, H. U., Ridwan, A. R., & Elsa, V. (2025). Jurnal agama, sosial dan budaya. 1(3), 231–237.

Mahmuddin, R. (2024). AL-FIKRAH : 1(1), 1–26. https://doi.org/10.36701/fikrah.v1i1.1647

Mustika, L., & Setyorini, I. Y. (2021). PENGARUH MENIUP MAKANAN PANAS TERHADAP. 5(2), 164–167.

Pramesta, B., Ananda, Y., & Ahmadsyah, M. (2024). Pemahaman Hadis tentang Adab : Minum Sambil Berdiri ( Sebuah Kajian Hadis Tematik ). 5(1), 130–140.

Sadiyah, F. (2022). DRINKING ETHICS ACCORDING TO HADITH. VII, 159–183. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2022.4046

Za, F. M., Tirta, G. R., Noviani, D., & Muhammad, N. A. (2023). Etika Makan dan Minum Yang Menyehatkan Dalam Prespektif Al-Qur ’ an. 1(4).

Published

25-06-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analsis Fiqh Al-Hadist Terhadap Larangan Bernafas Dan Meniup Dalam Bejana: Studi Hadist Riwayat Ibnu Abbas. (2026). Journal of International Multidisciplinary Research, 4(6), 58-69. https://doi.org/10.62504/jimr1539

Similar Articles

1-10 of 654

You may also start an advanced similarity search for this article.