Transformasi Pemaknaan Al-Ba’ah dalam Perspektif Marriage Readiness pada Generasi Z

Authors

  • Fadilla Nur Khoiriyah state islamic university of maulana malik ibrahim malang Author
  • Nasrulloh state islamic university of maulana malik ibrahim malang Author

DOI:

https://doi.org/10.62504/jimr1549

Keywords:

al-ba'ah, marriage readiness, trasformation

Abstract

Fenomena waithood pada generasi Z menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesiapan menikah (marriage readiness) di tengah dinamika sosial kontemporer. Jika dalam tradisi Islam kemampuan menikah dirumuskan melalui konsep al-ba’ah, masyarakat modern cenderung mengembangkan konstruksi marriage readiness yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas hadits anjuran menikah tentang al-ba’ah, mengkaji pemaknaannya dalam literatur klasik, serta menjelaskan transformasi konstruksi marriage readiness pada Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui library research yang dianalisis menggunakan metode takhrij hadits, yakni kritik sanad dan matan, serta analisis fiqh al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran menikah mengenai al-ba’ah berstatus sahih dan dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Secara klasik, al-ba’ah dipahami sebagai kemampuan biologis dan kemampuan finansial yang menjadi prasyarat seseorang untuk memasuki kehidupan perkawinan. Sementara itu, konstruksi marriage readiness pada generasi Z berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup kesiapan ekonomi, emosional, psikologis, relasional, dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tersebut tidak menunjukkan pertentangan dengan substansi konsep al-ba’ah, melainkan berupa perluasan indikator operasional mengenai kemampuan menikah sebagai respons terhadap perubahan sosial pada era disrupsi. Dengan demikian, marriage readiness dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi kontemporer dari konsep al-ba’ah yang tetap berorientasi pada terwujudnya kemaslahatan keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Fadilla Nur Khoiriyah, state islamic university of maulana malik ibrahim malang

    Student of the sharia faculty of the state islamic university of maulana malik ibrahim malang

  • Nasrulloh, state islamic university of maulana malik ibrahim malang

    Lecturer of the sharia faculty of the state islamic university of maulana malik ibrahim malang.

     

References

An-Nawawi, I. (2012). Syarah Shahih Muslim. In Syarah. Daarul Ma’rifah-Beirut: Darus Sunnah.

Anwar, A. (2011). Takhrij Al-Hadits dengan Komputer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bassam, A. bin A. Al. (n.d.). Syarah Bulughul Maram. In Syarah. Pustaka Azam (Penerbit Buku Islam Rahmatan).

Endah, N., & Soerjantini, K. (2019). Marriage Readiness of Emerging Adulthood. GUIDENA, 9(1), 29–34. https://doi.org/10.24127/gdn.v9i1.1338

Fadhila, M. H., Hidayat, E., & Burhanuddin, A. (2026). PENYEBAB PENUNDAAN PERNIKAHAN PADA KALANGAN MILENIAL ANALISIS MASLAHAH MURSALAH. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 903–915.

Fatihah, R. N., & Safitri, D. (2026). STUDI LITERATUR TENTANG PERSEPSI “MARRIAGE IS SCARY” DALAM FENOMENA WAITHOOD PADA GENERASI Z. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 4(3), 92–103. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2323 STUDI

Holman, T. B. (2002). Premarital Prediction of Marital Quality or Breakup: Research, Theory, and Practice. Boston: Kluwer Academic.

Irani, W. A., & AR, M. H. (2024). Studi Fenomenologis Penundaan Pernikahan oleh Generasi Z. Al-Yazid: Jurnal Sosial Humaniora Dn Pendidikan, 51–61. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/ay.v7i2.1793

Isnaeni, M. (2025). Tren Menunda Pernikahan Pada Perempuan Generasi Z: Analisis Bibliometrik. Equalita, 7(2). Retrieved from https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/equalita/index

Istiqomah, N., Winarto, & Bangkit, M. A. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Pernikahan Rentang Usia 28-40 Tahun. Al-Isyrof, 6(1), 115–127.

Junaidi, A. (2024). Reinterpretasi al- ba’ah dalam perspektif fikih progresif di indonesia. Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya.

Oktavia, E., & Hamonangan Sitorus, J. R. (2025). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penundaan Perkawinan Wanita Usia Dewasa Awal di Pulau Jawa Tahun 2024. Seminar Nasional Official Statistics.

Raihana, S. N., & Abdullah, H. M. (2024). Analisis Sosiokultural Penundaan Pernikahan pada Wanita Karir : Studi Kasus Kota Depok. Socius: Jurnal Penelitian Almu-Ilmu Sosial, 2(August), 17–29. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.13225063 Analisis

Salisa, Q. A. (2025). Fenomena waithood dan pergeseran nilai studi sosial masyarakat perkotaan yogyakarta. JISA: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 8(2), 487–508.

Syamsiyah, S. (2025). Silent Treatment pada Hubungan Rumah Tangga Perspektif Psikologi Keluarga (Studi Putusan PA TIGARAKSA Nomor 334/Pdt.G/2024/PA.Tgrs). UIN KIAI Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Usmi, R. S., Suryani, T. A., Putri Cahaya, W. S., Vania, P. J., Amalia, R., Putri, G. A., … Isra, A. (2025). Faktor Penyebab Wanita Menunda Pernikahan di Indonesia. TRILOGI: Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 6(1), 18–26. https://doi.org/10.33650/trilogi.v6i1.10061

Wafa, A. M., & Zuhdi, M. H. (2025). Penurunan Angka Pernikahan Generasi Z Perspektif Ma’ālāt Al-Af’āl. AL-AFKAR : Journal for Islamic Studies, 8(2), 409–428. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i2.1410.

Published

27-06-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Transformasi Pemaknaan Al-Ba’ah dalam Perspektif Marriage Readiness pada Generasi Z. (2026). Journal of International Multidisciplinary Research, 4(6), 70-82. https://doi.org/10.62504/jimr1549

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1-10 of 793

You may also start an advanced similarity search for this article.